Wednesday, January 4, 2023

Potensi Porang Desa Rempek Darussalam

Desa Rempek Darussalam, sebuah desa yang terletak di wilayah Kecamatan Gangga Kab. Lombok Utara. Dilihat dari kondisi Geografis Desa, wilayah Rempek Darussalam sangat cocok sebagai tempat budidaya porang. Apa itu Porang.? 

Umbi  porang  memiliki  potensi  ekonomi yang cukup tinggi untuk dikembangkan. Umbi  porang  mengandung glocumanan (yang merupakan serat alami dan larut dalam air) dalam bentuk tepung yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pangan berupa tepung, selain itu juga dapat sebagai bahan kosmetik, dan jelly.

Porang masuk ke dalam jenis tanaman kategori umbi-umbian yang berasal dari spesies  Amorphophallus muelleri . Tanaman porang ini belakangan menjadi populer karena munculnya kisah seorang petani yang sukses menjadi miliarder setelah menjalankan bisnis ekspor porang.

Gambar 1. Potensi Porang di Lahan Bapak Ranadi (Lokasi Dusun Busur Rempek Darussalam)

Porang atau yang juga dikenal dengan nama iles-iles pada beberapa daerah di Jawa ini memang memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila proses budidaya porang dilakukan dengan benar. Yuk, simak sekilas mengenai porang dan mengapa bisnis budidaya ini bisa menjadi sumber bisnis yang menguntungkan! 

Mengenal Porang Lebih Jauh

Tanaman porang sendiri merupakan jenis tanaman umbi yang masih berada dalam satu marga dengan tanaman walur dan suweg. Tak jarang, banyak orang yang sering ditangkap sama karena terlihat mirip jika dilihat sepintas. Potensi budidaya porang memang sangat menjanjikan mengingat permintaan ekspor akan jenis tanaman ini sangatlah tinggi saat ini.

Dengan kandungan zat glukomanan yang cukup tinggi di dalamnya, porang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan kolesterol, mengatasi diabetes, mengontrol berat badan, serta dapat digunakan sebagai prebiotik. Porang sendiri biasanya dianggap berkualitas dari sisi kadar air yang terkandung di dalamnya. Semakin kering atau sedikit kandungan kadar airnya, maka kualitas porang akan semakin baik dan harganya juga akan semakin mahal.

Pada tahun 2021, porang yang masih berbentuk umbi harga jualnya berkisar antara Rp6.500 hingga Rp7.000 untuk setiap kilonya. Namun, apabila sudah berbentuk tepung maka harga jualnya dapat lebih tinggi dan berkisar di angka Rp100.000 hingga Rp150.000 per kilogramnya.

Jenis Tanaman Porang

  • Amorphopallus oncophyllus.
  • Amorphopallus Campanulatus.
  • Amorphopallus Variabilis.
  • Amorphopallus Decus Silvae.
  • Amorphopallus Spectabilis.
  • Amorphopallus Titanium.
  • Amorphopallus Muelleri.

Manfaat Porang

Selain memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, porang pun banyak dibudidayakan karena memiliki banyak manfaat lainnya.

  1. Dapat dimanfaatkan sebagai komoditas ekspor.
  2. Dapat digunakan sebagai bahan baku barang industri.
  3. Dapat digunakan untuk mencegah penyakit jantung dan diabetes.
  4. Dapat mengatasi peradangan.
  5. Dapat membantu menurunkan berat badan (rendah kalori).
  6. Dapat digunakan untuk merawat kesehatan kulit.
  7. Dapat digunakan untuk menurunkan risiko kanker usus.
  8. Dapat dibuat sebagai isolator listrik.
Gambar 2. Diskusi Petani Porang, membahas sistem budidaya dan pasar 

Syarat untuk Budidaya Porang

Untuk dapat menghasilkan kualitas porang terbaik, beberapa syarat dan persyaratan berikut harus Anda lengkapi sebelum memulai budidaya porang.

1. Kondisi Tanah

Kondisi tanah yang ideal untuk budidaya porang adalah tanah yang gembur dan tidak terlalu basah. Usahakan kadar pH yang terkandung dalam tanah rawan di antara angka 6 hingga 7. Struktur tanah yang biasa digunakan untuk menanam porang merupakan perpaduan dengan tanah liat yang nyaman dan memastikan telah terbebas dari gulma.

2. Kondisi Iklim

Kondisi iklim ideal yang disarankan untuk melakukan budidaya porang berada pada dataran tinggi yang memiliki ketinggian 100 mdpl hingga 600 mdpl. Dengan kondisi tersebut, kebutuhan akan cahaya matahari dinilai akan tercukupi.

3. Kondisi Lingkungan

Porang sendiri merupakan jenis tanaman yang memerlukan tanaman lain untuk dapat tumbuh. Tanaman lain tersebut nantinya akan dijadikan inang atau tempat bernaung bagi tanaman porang untuk tumbuh. Jenis tanaman yang dianggap baik sebagai inang porang antara lain adalah pisang, pinang, mahoni, jati, dan jahe.

Tahapan untuk Menanam Porang

Setelah Anda mengenal porang lebih jauh dan mengetahui segala persyaratan yang diperlukan untuk melakukan budidaya porang, hal selanjutnya adalah tahapan penyembunyiannya. Berikut adalah tahapan lengkap yang harus Anda lakukan untuk menanam porang:

1. Menyucikan Lahan

Lahan yang harus digunakan bersih dan terbebas dari segala gulma. Gulma dapat mengganggu pertumbuhan tanaman porang. Tipsnya Anda bisa menimbun rumput-rumput yang telah tercabut ke dalam tanah. Setelah dibuang, nantinya rumput-rumput tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami.

2. Waktu Menanam Porang

Untuk menjebak porang menggunakan biji, Anda disarankan untuk memulai proses pembekalan saat musim hujan di bulan Oktober hingga Desember. Sebelum mulai menanam, sebaiknya Anda melakukan pembibitan terlebih dahulu dengan menanam biji ke dalam  polybag .

Namun, jika Anda menanam porang dari katak, musim kemarau merupakan waktu terbaik untuk memulai pewadahan porang. Jika menanam dari katak atau umbi, Anda tidak perlu menanamnya ke dalam  polybag .

3. Jarak Tanam Porang

Jarak tanam juga harus diperhatikan saat proses pembekalan karena akan berpengaruh saat waktu panen tiba. Untuk jarak ideal, jika Anda menggunakan jenis umbi jarak tanam yang diperlukan berkisar antara 35 hingga 90 cm. Sementara untuk jenis bibit katak, jarak tanam yang ideal berkisar antara 35 hingga 80 cm.

Namun, sebenarnya jarak tanam porang juga masih dapat diperlebar sesuai dengan jenis umbi yang digunakan dalam proses budidaya. Penambahan jarak tanam pun akan lebih memudahkan saat proses panen porang.Selain itu juga dapat membuat tanaman porang berbuah lebih banyak saat panen.

4. Cara Menanam Porang

  • Konfigurasikan batang bambu yang akan digunakan sebagai penguat tanaman.
  • Berikan jarak antar batang bambu sekitar 1 meter khusus untuk bibit umbi dan katak.
  • Buat lubang untuk menanam porang dengan ukuran sekitar 20 cm x 20 cm x 20 cm.
  • Masukkan bibit porang ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan.
  • Letakkan bakal tuna menghadap ke atas. Jika menggunakan biji jenis katak, jangan balik mata tuna agar porang dapat tumbuh dengan baik. Kemudian jika menggunakan biji, masukkan akar ke dalam lubang tanam secara perlahan dan hati-hati agar akar tanaman tidak mengalami kerusakan.
  • Tutup lubang tanam dengan tanah setebal 3 cm.

Tips Menanam & Merawat Porang

  • Jangan jadikan porang sebagai tanaman tumpang sari.
  • Olah terlebih dahulu tanah yang akan digunakan untuk menanam porang.
  • Jangan tanam bibit porang terlalu dalam (cukup sekitar 10-15 cm).
  • Atur jarak tanam yang sesuai.
  • Pemberian pupuk kandang yang rendah kandungan kimianya dan baik untuk tanah.
  • Selalu bersihkan rumput dan alang-alang yang ada di sekitar porang.
  • Jangan terlalu sering menyemprotkan porang dengan pestisida.
  • Panen porang setelah periode 6 bulan atau saat musim kemarau berakhir.

Potensi Perkembangan Bisnis Porang 

Potensi bisnis porang dalam industri pangan tentu menguntungkan untuk dijadikan sebagai bisnis investasi kedepannya. Tanaman porang memiliki prospek yang menjanjikan karena memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Selain itu, manfaat porang banyak sekali terutama untuk industri kimia dan kesehatan, hal ini terutama karena kandungan zat Glukomanan yang ada di dalamnya.Keuntungan menanam porang antara lain adalah tidak memerlukan teknologi dan modal besar karena sekali menanam tidak perlu menanam kembali bibit.

Risiko dari budidaya porang ini adalah hama yang sering menyerang tanaman porang yaitu belalang, ulat makasar orketti, ulat umbi araechenes dan nematoda. Sedangkan penyakit umum porang adalah busuk batang semu, lay daun oleh jamur  Sclerotium sp, Rhyzoctonia sp, Cercospora sp.

Gambar 3.  Kondisi Tanaman Porang usia 2 tahun

Untuk mengendalikan jenis hama Nematoda yang sering menyerang umbi porang, Anda dapat menggunakan jenis pestisida karbamat. Dengan dosis dan waktu yang tepat, ini dapat menanggulangi penyebaran insektisida dan fungisida yang merusak tanaman Porang. 

By. Maidianto


Thursday, December 29, 2022

Peran BPD Dalam Percepatan Penetapan Perdes

BPD memiliki fungsi dan tugas yang sangat strategis dan penting dalam tahapan perencanaan dan penganggaran di Desa. Tahapan perencanaan dan penganggaran di Desa merupakan kegiatan utama penyelenggaraan pemerintahan Desa dalam memenuhi pelayanan bagi segenap masyarakat yang ada di Desa.

Gambar (1). BPD Rempek Darussalam Kec. Gangga - KLU


Pada tataran implementasi, berdasarkan laporan dan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, masih selalu terjadi keterlambatan dalam pemenuhan target pelaksanaan kegiatan yang dimaksud, terutama dalam hal Penetapan Perdes APBDes. Untuk memastikan bahwa pada pelaksanaan anggaran tahun 2022 dan seterusnya tidak lagi terjadi keterlambatan, maka beberapa pelaksanaan fungsi dan tugas BPD yang penting untuk dilaksanakan dan mendapat perhatian dalam pemenuhan target isi dan waktu penyelesaiannya adalah sebagai berikut:

  1. menggunakan fungsi pengelolaan aspirasi masyarakat melalui pelaksanaan tugas untuk menggali, menampung, mengelola dan menyalurkan aspirasi masyarakat terkait dengan perencanaan desa yang harus dilaksanakan dan diselesaikan sebelum bulan Juni setiap tahunnya. Kegiatan ini menjadi dasar untuk memberikan masukan dalam tahapan perencanaan berikutnya;

  2. berkewajiban melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) Perencanaan Desa yang harus dilaksanakan maksimal pada bulan Juni;

  3. Mengawasi kinerja Pemerintah Desa dalam menyusun rancangan RKPDes selama bulan Juli sampai Agustus;

  4. Mengawasi kinerja Kepala Desa sekaligus terlibat dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang harus dilaksanakan setiap bulan Agustus;

  5. Mengawasi kinerja Pemerintah Desa dalam penyusunan rancangan akhir RKPDes yang harus selesai dilaksanakan pada bulan September;

  6. Menyelenggarakan Musyawarah BPD untuk membahas dan menyepakati rancangan Perdes RKPDes bersama Kepala Desa paling lambat akhir bulan September;

  7. Mengawasi kinerja Kepala Desa dalam menyusun rancangan APBDes dibantu oleh Perangkat Desa yang dilaksanakan pada bulan Oktober;

  8. Menyelenggarakan Musyaawarah BPD untuk membahas dan menyepakati rancangan Perdes APBDes yang dilaksanakan paling lambat akhir bulan Oktober;

  9. Mengawasi kinerja Kepala Desa dalam menyampaikan rancangan Perdes APBDes untuk mendapatkan evaluasi Camat sebelum ditetapkan menjadi Perdes APBDes;

  10. Menyelenggarakan Musyawarah BPD untuk membahas dan menyepakati rancangan akhir Perdes APBDes hasil evaluasi Camat paling lambat sebelum akhir bulan Desember;

  11. Mengawasi kinerja Kepala Desa untuk memastikan Penetapan dan Pengundangan Perdes APBDes hasil Musywarah BPD ditetapkan paling lambat tanggal 31 Desember.

 

Salah satu Fungsi dari BPD adalah membahas dan menyepakati setiap rancangan Peraturan Desa. Dari sekian Perdes yang harus ditetapkan di Desa, yang sangat berdampak langsung dalam penyelenggaraan pemerintahan desa dalam memenuhi layanan kepada masyarakat adalah Perdes tentang APBDes. Untuk itu, maka menjadi sangat penting dan strategi agar fungsi tersebut dapat dilaksanakan dengan baik oleh BPD di semua Desa sesuai dengan amanat undang-undang. BPD harus memastikan Perdes APBDes ini dapat ditetapkan oleh Kepala Desa maksimal setiap tanggal 31 Desember pada setiap tahun anggarannya. Beberapa rangkaian kegiatan yang menjadi fungsi dan tugas BPD agar Perdes APBDes ini dapat ditetapkan tepat waktu adalah: ?

  1. beban kinerja Kepala Desa untuk setiap rancangan Perdes beserta lampiran RKPDes dan APBDes disampaikan kepada BPD untuk dipelajari dan bahan pembahasan dalam Musyawarah BPD sesuai dengan target waktu sebagaimana di atas;

  2. Dalam kurun waktu 10 (sepuluh) hari sejak diterimanya rancangan Perdes beserta lampirannya, BPD sudah harus mempelajari dan menyusun bahan pembahasan serta menyampaikan undangan pembahasan dalam Musyawarah BPD kepada Kepala Desa;

  3. Maksimum 10 (sepuluh) hari sejak diterimanya rancangan Perdes beserta lampiran RKPDes dan APBDes, BPD harus sudah menyelenggarakan Musyawarah BPD untuk mebahas dan menyepakatinya Bersama Kepala Desa;

  4. Apabila terdapat materi muatan isi yang perlu mendapat perbaikan, maka Kepala Desa diberi batas waktu perbaikan dan kembali menetapkan tanggal Musyawarah BPD untuk pembahasan lanjutan. Musyawrah BPD yang sifatnya lanjutan ini tetap harus dapat dilaksanakan dalam target waktu sebagaimana dalam penjelasan di atas;

  5. Dalam hal terjadi permasalahan atau pendapat pendapat anatara BPD dan Kepala Desa, agar meminta bantuan Camat atau pejabat yang ditugaskan untuk memfasilitasi penyelesaiannya sekaligus menjadi narasumber di Musyawarah BPD;

  6. Setiap penyelenggaraan Musyawarah BPD, maka unsur Pimpinan BPD yang memimpin penyelenggaraan Musyawrah, Kepala Desa dapat menghadirkan Perangkat Desa untuk meberikan dukungan yang sifatnya sangat teknis;

  7. Camat atas nama Bupati/Walikota sekaligus sebagai Pembina Teknis Pemerintahan Desa berkewajiban dan sekaligus memilki tanggung jawab untuk memastikan setiap tahapan perenanaan dan penganggaran di Desa baik yang menjadi fungsi dan tugas BPD maupun Kepala Desa dapat terlaksana dengan baik dan memenuhi target waktu sesuai amanat undang-undang.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah setiap Anggota BPD senantiasa selalu bersinergi dan berkolaborasi baik internal kelembagaan BPD maupun bersama dengan Pemerintah Desa, khususnya Kepala Desa dan Perangkat Desa. Selalu membangun komunikasi dan harmonisasi baik secara formal sesuai dengan yang diamanatkan dalam undang-undang, maupun melalui kegiatan informal lainnya. Sinergi antara BPD dengan Kepala Desa ini akan memberikan jalur yang cukup signifikan dalam optimalisasi maupun percepatan penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelayanan kepada masyarakat, apalagi dalam situasi yang masih terpengaruh pandemi seperti saat ini. Ingat, tugas BPD adalah mengawal aspirasi masyarakat, menjaga kewibawaan dan stabilitas penyelenggaraan Pemerintahan Desa serta mempelopori penyelenggaraan Pemerintahan Desa berdasarkan tata kelola pemerintahan yang baik. Selain itu, pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh Camat di masing-masing wilayahnya mutlak diperlukan dan harus dijalankan dengan sebaik-baiknya .

Friday, September 23, 2022

Kerajinan Tenun Desa Bayan

Mendengar nama Bayan, tidak asing lagi di pulau seribu masjid Lombok, Nusa Tenggara Barat.

wilayah yang terkenal dengan adat budaya wetu telu/adat daya Lotara, selain wisata alam yang buming diwilayah tersebut, tidak kalah menariknya saat kita mencoba masuk pada tradisi tenunnya.

tenun bayan yang ada adalah pembuatan jenis kain yang biasa dikenal dengan nama Londong Abang, Poleng, Rejasa, Lipak, Jong dan Sapuk. setidaknya lima pakaian adat tersebut adalah inti sari dari tenun yang ada di bayan. selain untuk dipakai masyarakat adat bayan, kain tersebut juga diproduksi untuk dijual sebagai buah tangan para wisatawan yang berkynjung ke lokasi tersebut.

Londong abang, Rejasa dan Sapuk adalah pakaian untuk kaum laki-laki, sementara poleng, Lipak dan jong untuk kaum perempuan. Londong abang adalah kain berwarna merah dengan motif kotak-kotak bergaris warna putih sigunakan sebagai kain oleh laki-laki. rejasa adalah pengikatan kain londong abang di pinggang penggunanya, dalam ritual tertentu pada acara gawe belek seperti di berugak agung rejasa siselendangkan di tangan kiri menandakan itu adalah keturunan bangsawan. Gambaran segikan dikepala dengan bentuk di bagian dwpan dan tigakan dengan tegak lurus menunjukkan alif berarti satu.

untuk kaum perempuan poleng sebagai kainnya dengan Lipak sebagai kemben/penutup dada dan jong sebagai penutup kepala/topi. "jenis, motif dan warna adalah ciri khas bayan yang nenek moyang nenek moyang sejak ratusan tahun silam" tutur Raden Efta menjelaskan saat kami temui.

dari 20 jenis kain yang ada, proses pembuatan yang paling sulit adalah jong, topi kaum perempuan bayan “motif ketupat dan warna yang berbeda menjadi salah satu faktor kesulitannya, dan juga dapat dibuat oleh keturunan tertentu mengingat proses yang cukup rumit, sisamping itu orang yang bisa membuat jong harus menyiapkan 224 kepeng susuk/kepeng bolong sebelum melakukan pembuatan jong tersebut sebagai ritualnya” tutur pak Raden.

Alat yang digunakan adalah jajak/alat sesek, benang adalah benang matak dari kapas dan pewarna alami seperti kulit manggis, kunyit, pace dan tanaman lokal lainnya, namun karena sulitnya bahan baku maayarakat penenun membeli benang yang dijual di toko-toko sesuai warna yang dibutuhkan. yang paling langka dari alat jajak adalah belida karena harus terbuat dari galih bagek/pohon asam atau galih pohon cemara.

sampai saat ini tenun bayan masih eksis kain adat bayan dan untuk melestarikannya dibuat kelompok-kelompok tenun dan regenerasi pada anak-anak mereka dengan mengajarkan tenun pada sekolah dasar yang ada diwilayah tersebut, disamping itu pula, anak SD atau SMP selalu mengisi waktu libur mereka untuk belajar tenun di lokasi-lokasi yang menjadi sentra tenun di Bayan

Sumber | Kelompok Tenun Jajak Bayan

lokasi Tenun Petung Bayan

anak anak belajar tenun di Klp. jajak bayan
6 jenis pakaian adat bayan

Masjid Kuno Rempek dalam Ingatan

 Desa Rempek Darussalam adalah salah satu desa yang ada di wilayah kec. Gangga KLU dulunya desa ini merupakan wet adat Dayan Gunung dengan sebutan adat basah Rempek, dibuktikan dengan adanya masjid kuno ditempat tersebut.

masjid berada antara daha dan keling, disebutkan dalam lontar. menurut sejarah, dahulu kala masjid rempek berada di tempos Sandangar, namun karena pertimbangan tempat perkampungan dilihat oleh musuh dari permukaan laut, sehingga pemimpin kala itu memindahkan kampung dan masjid ke gontor nina, sebutan gubuk rempek zaman dulu.

desa ini dulunya kuat akan adat dan budaya sebagaimana desa lain di KLU seperti bayan misalnya, namun karena perkembangan zaman dan masyarakatnya lebih dari itu syari'at/Islam, sedikit demi sedikit adat yang ditinggalkan oleh masyarakat, karena prinsipnya aqidah tauhid lebih dulu ada daripada adat . ujar beberapa tokoh rempek saat ditemui tim Jungkat.

bukti sejarah hanya tersisa miniatur masjid kuno yang dulunya ada di Rempek, saat ini masjid kuno rempek adalah masjid Nurul Hidayah, masjid dengan bangunan permanen yang jauh berbeda dengan bentuk sebelumnya.

miniatur masjid kuno rempek

Masjid Nurul Hidayah Rempek

tidak bertentangan dengan agama kita “Islam”, tutur Ruspendi S menjelaskan.

Wednesday, November 24, 2021

Ketua BPD Rempek Darussalam telurkan pengetahuan hasil Bimtek BPD di KLU Kepada Semua Anggotanya

Bertempat di Kantor Desa Rempek Darussalam, Rabu tanggal 24 November tahun 2021, BPD Rempek Darussalam selenggarakan Rapat Internal BPD guna mempelajari bersama hasil bimtek BPD di Kabupaten Lombok Utara beberapa waktu lalu.
Gambar 1.  Rapat Internal BPD Rempek Darussalam

Kegiatan ini berdasarkan kesepakatan bersama BPD sehari sebelumnya untuk melakukan pertemuan guna belajar bersama dalam rangka mengupas tuntas materi hasil Bimtek Ketua BPD se Kabupaten Lombok Utara pada tanggal 15-18 November lalu.
"Jangan sampai hanya Ketua BPD yang mengetahui materi-materi ini, semua kita BPD harus menguasai ilmu ini sebagai dasar melaksanakan tugas dan fungsi BPD" tegas Ruspendi Susianto, S.PdI pada pertemuan sehari sebelumnya.
Gambar 2. Ketua BPD (paling kiri) memaparkan materi hasil Bimtek BPD kepada Anggota.

Ketua BPD dalam rapat pertama memaparkan materi terkait tahapan penyusunan Peraturan Desa dan sejarah Kelembagaan BPD.
Ketua BPD berkomitmen, akan menuntaskan pembelajaran bersama semua anggota BPD untuk mempelajari secara bersama-dama materi Bimtek sampai semua materi hasil Bimtek dipahami oleh semua anggota BPD Rempek Darussalam.
Gambar 3. Anggota BPD menyimak serius materi yang disampaikan Ketua BPD.

Pertemuan lanjutan akan dilaksanakan selama beberapa hari kedepan, guna menuntaskan pembahasan materi Bimtek BPD. "Desa yang menganggarkan Bimtek ini, semua BPD harus menguasai materi ini" kembali Ruspendi Susianto  tegaskan di sela-sela penyampaian materi.
BPD sangat antusias mempelajari materi yang diberikan. Pertemuan kali pertama ini dilakukan sore hari pukul 16.00 Wita-selesai di Aula Rapat Kantor Desa Rempek Darussalam.

By. Maidianto

Friday, October 22, 2021

BPD Rempek Darussalam hadiri Acara Penetapan Daftar Pemilih Tambahan Pilkades Rempek Darussalam

RAPAT PENETAPAN 

DAFTAR PEMILIH TAMBAHAN (DPTb)

PILKADES REMPEK DARUSSALAM TAHUN 2021


Sabtu, 23 Oktober 2021

Ketua BPD beserta Anggota menghadiri acara penetapan Daftar Pemilih Tambahan pada Pemilihan Kepala Desa Perdana Desa Rempek Darussalam Kec. Gangga Kab. Lombok Utara.

Gambar 1. Sambutan Ketua BPD (Ruspendi Susianto)

Dalam Sambutannya Ketua BPD Ruspendi Susianto menekankan Beberapa Hal diantaranya, Proses Pemilihan Kepala Desa Rempek Darussalam merupakan Kali Pertama dilakukan sejak Definitif, sehingga Panitia Pilkades dituntuk kerja keras untuk mewujudkan Pilkades damai di Desa Rempek Darussalam.

Semua Pihak di Desa, BPD, Kepala Desa dengan Jajarannya, Lembaga Desa, Kelompok Masyarakat dan Seluruh Lapisan Masyarakat harus berpartisipasi dalam mensukseskan Pilkades Rempek Darussalam.

Panitia sudah cukup banyak berkontribusi dalam melaksanakan tahapan pemilihan, Desa dan Masyarakat harus memberi apresiasi atas capaian panitia. tidak hanya tahapan pemilihan, panitia juga berinisiasi melakukan kegiatan lain seperti berdirinya Musholla di Kantor Desa, dan Minggu besok Panitia mengajak gotong royong pemerataan halaman kantor Desa, guna menyiapkan tempat yang layak untuk pelaksanaan Pilkades Rempek Darussalam pada 21 Desember mendatang.

Gambar 2. Suasana Rapat Pleno DPTb

Atas dasar itu semua, semua lembaga dan harus berpartisipasi mensukseskan tahapan Pilkades dan kegiatan lainnya yang dilakukan oleh Panitia Pilkades Rempek Darussalam.

Pada akhir penyampaiannya, Ketua BPD menekankan supaya masyarakat tetap mentaati Protokol Kesehatan menginagt saat ini masih dalam masa Pandemi Covid-19. Dalam pelaksanaan Pilkades pun Panitia harus mengingat bahwa, Pelaksanaan Pilkades harus mengikuti Prokes Covid-19 sesuai Perda Kabupaten Lombok Utara nomor 3 tahun 2021 dan Perbub Bupati Lombok Utara nomor 5 tahun 2021.

Gambar 3. Pelaksanaan Pleno DPTb

Segala hal harus disiapkan dengan matang, supaya tidak ada permsalahan yang terjadi pada pelaksanaan Pilkades Rempek Darussalam, mengingat Desa Rempek Darussalam adalah Desa baru di Kabupaten Lombok Utara. Selain itu, Panitia harus memaksimalkan lagi penyebaran informasi menggunakan semua media yang ada terkait semua tahapan Pilkades, guna membangun keterbukaan Panitia dalam pelaksanaan Pilkades Rempek Darussalam tahun 2021.

By. Maidianto

Wednesday, July 14, 2021

BPD Rempek Darussalam selenggarakan Musdes Rencana Pembangunan Desa TA. 2022

 BPD Rempek Darussalam | Pancor Getah, 14 Juli 2021

BPD Rempek Darussalam selenggarakan Musyawarah Desa dalam Rangka Penyusunan Rencana Pembangunan Desa Tahun Anggaran 2022.

Gambar 1. Acara Musdes BPD

Musyawarah Desa diselenggarakan di Kantor Desa Rempek Darussalam dengan menghadirkan semua unsur tokoh masyarakat di Desa, Pimpinan Lembaga Desa, Organisasi/Lembaga di Desa dan unsur masyarakat lainnya.

Musyawarah Desa diselenggarakan untuk pencermatan ulang RPJMDes guna Persiapan Penyusunan RKPDesa Tahun Anggaran 2022.

Dalam pengantarnya ketua BPD (Ruspendi Susianto) menegaskan, semua undangan harus aktif dalam diskusi pencermatan ulang rencana pembangunan Desa, supaya hasil pencermatan betul betul tepat sasaran dan menjadi bagian program skala prioritas Desa.

Musyawarah rencana pembangunan Desa Rempek Darussalam diakhiri dengan pembentukan Tim Penyusun RKPDes tahun anggaran 2022 sebanyak 7 orang yang ketua nya langsung dijabat oleh Sekdes Rempek Darussalam Sdr. Adi Sastrawan

Oleh. #Maidianto


Mengapa Ramadhan yang Dijadikan Bulan Wajib Puasa?

    Ramadhan Mengapa Ramadhan yang Dijadikan Bulan Wajib Puasa? Juli, 25 Mei 2018 | 15.30 WIB Puasa Ramadhan mulai diwajibkan kepada umat Is...